Berbagi tentang pengalaman dan perlajanan kehidupan untuk pencerahan jiwa bagi kehidupan yang lebih bermakna
Bunga Rampai Kehidupan
Suka dan duka perjalanan kehidupan
Rabu, 29 Agustus 2012
Rabu, 08 Februari 2012
Jika sebutir telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar...maka kehidupan di dalam telur akan berakhir, tetapi jika telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir. Hal-hal besar dan luar biasa selalu dimulai dari dalam, oleh karena itu...jangan pernah menyerah dan terus berjuanglah untuk wujudkan mimpi-mimpi besar
Hidup ini bukan lah sebuah tujuan, melainkan sebuah perjalanan panjang, maka jalanilah pada jalur yang seharusnya sambil memikirkan dan mengingat kehidupan lain setelah kematian....
Hidup adalah tantangan, oleh karena itu hadapi dengan kegigihan dan ketegaran, hidup adalah anugerah Allah, karenanya terimalah dalam syukur dan berserah, hidup adalah sebuah pertandingan, karena itu bertandinglah dan menangkanlah, hidup adalah tugas-tugas, oleh karena itu kerjakan dan seelsaikanlah, hidup adalah cita-cita, karena itu raihlah dan capailah.....
Hidup itu adalah teka-teki, maka pecahkanlah, hidup itu adalah misteri, maka singkapkanlah, hidup itu adalah janji, maka penuhilah, hidup itu adalah kesempatan, maka ambilah dan manfaatkanlah dengan baik, hidup itu adalah sebuah lagu, maka nyanyikanlah, dan hidup itu adalah sebuah keindahan, maka nikmatilah dan bersyukurlah......
Hidup itu adalah warna-warni....dan karena itulah jadikanlah sebuah lukisan yang terindah dan abadi....
Sabtu, 21 Januari 2012
Menghargai Kehidupan
Dalam dinamika hidup bersama.....dilukai dan melukai hati selalu terjadi silih berganti
dan dari kejadian itu....
ada ruang untuk belajar tentang cara menghargai,
belajar tentang bagaimana berlaku ikhlas menerima, belajar tentang cara berkorban, dan belajar tentang cara memberi perhatian.
Dalam dinamika hidup bersama.....dibohongi dan membohongi selalu terjadi silih berganti
dan dari kejadian itu....
ada peluang untuk belajar tentang kejujuran dan keterbukaan
Dalam dinamika hidup bersama.....banyak kesalahan dilakukan silih berganti
dan dari kejadian itu....
ada kesempatan belajar tentang makna meminta maaf dan memberi maaf
Dalam dinamika hidup ini.....sejalan dengan berlalunya Sang Waktu....tak pernah akan berulang kembali
dan dari kejadian itu....
ada media belajar tentang masa lalu untuk hari depan yang lebih baik dan lebih bermakna
hidup adalah proses berubah menjadi lebih berharga
hidup adalah waktu belajar untuk menjadi lebih beradab
hidup adalah masa merenda waktu untuk menjadi lebih bermakna
tanpa ada batas masa dan usia
tanpa ada kata tidak bisa karena masa telah senja
berdiri tegak lagi tatkala terjjatuh
berjuang lagi ketika mengalami kekalahan
berikhtiar lagi ketika menderita kegagalan
bersemangat lagi ketika menemukan pengharapan
sampai tiba saatnya...
Sang Pemberi Hidup berkata,"......sudah waktumu untuk pulang anak-KU....."
Surabaya, 16 Januari 2012
Terinspirasi tulisan Sahabat Cantikku
dan dari kejadian itu....
ada ruang untuk belajar tentang cara menghargai,
belajar tentang bagaimana berlaku ikhlas menerima, belajar tentang cara berkorban, dan belajar tentang cara memberi perhatian.
Dalam dinamika hidup bersama.....dibohongi dan membohongi selalu terjadi silih berganti
dan dari kejadian itu....
ada peluang untuk belajar tentang kejujuran dan keterbukaan
Dalam dinamika hidup bersama.....banyak kesalahan dilakukan silih berganti
dan dari kejadian itu....
ada kesempatan belajar tentang makna meminta maaf dan memberi maaf
Dalam dinamika hidup ini.....sejalan dengan berlalunya Sang Waktu....tak pernah akan berulang kembali
dan dari kejadian itu....
ada media belajar tentang masa lalu untuk hari depan yang lebih baik dan lebih bermakna
hidup adalah proses berubah menjadi lebih berharga
hidup adalah waktu belajar untuk menjadi lebih beradab
hidup adalah masa merenda waktu untuk menjadi lebih bermakna
tanpa ada batas masa dan usia
tanpa ada kata tidak bisa karena masa telah senja
berdiri tegak lagi tatkala terjjatuh
berjuang lagi ketika mengalami kekalahan
berikhtiar lagi ketika menderita kegagalan
bersemangat lagi ketika menemukan pengharapan
sampai tiba saatnya...
Sang Pemberi Hidup berkata,"......sudah waktumu untuk pulang anak-KU....."
Surabaya, 16 Januari 2012
Terinspirasi tulisan Sahabat Cantikku
Senyampang Masih Ada Kesempatan
Hidup adalah kasih karunia dan anugerah Sang Pemberi Hidup dan
Kehidupan dengan amanah untuk melakukan berbagai kebaikan dan
kebermaknaan
bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan bagi sesama umat ciptaan-NYA
Hidup adalah seharusnya menebar benih-benih kebaikan dan kebermaknaan agar nantinya akan memanen berbagai kasih karunia dan anugerah dari Sang Penguasa Hidup dan Sang Pemberi Kehidupan
bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan bagi sesama umat ciptaan-NYA
Hidup adalah kemurahan dan belas kasihan Sang Pengatur dan Penentu Waktu Kehidupan
manfaatkan dan hargai waktu hidup pemberian-NYA dengan melakukan berbagai perbuatan baik dan bermakna sebagai ibadah, sebagai ucapan syukur, dan sebagai wujud cinta kasih terhadap sesama umat ciptaan-NYA
Sang Pencipta Alam Semesta dengan segala Yang Ada tidak pernah melakukan kesalahan dan kekeliruan dalam menciptakan makhluk-NYA dan segala perlengkapannya, dan tak pernah membedakan makhluk ciptaan-NYA , bahkan sangat sempurna adanya......dan DIA Yang Mahadahsyat itu mengasihi dan menyayangi semua yang diciptakan-NYA
Akankah sesama manusia makhluk ciptaan-NYA mengadili dan memvonis makhluk sesamanya lebih rendah dan lebih hina dari pada sesama manusia yang lainnya hanya karena berbeda jati diri sebagai manusia yang memiliki hak hidup merdeka
Akankan sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Sang Maha Pencipta akan menjadi "tuhan" atas sesama manusia sebagai makhluk ciptaan-NYA?
Hidup adalah kasih karunia dan kemurahan dari Sang Mahadahsyat, Tuhan Allah Yang Mahaesa....dan senyampang masih diberi kemurahan berupa kesempatan untuk menikmati hidup....
marilah tanpa jemu-jemu untuk melakukan berbagai perbuatan baik bagi hidup dan kehidupan umat manusia, agar dunia menjadi damai dan sejahtera
bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan bagi sesama umat ciptaan-NYA
Hidup adalah seharusnya menebar benih-benih kebaikan dan kebermaknaan agar nantinya akan memanen berbagai kasih karunia dan anugerah dari Sang Penguasa Hidup dan Sang Pemberi Kehidupan
bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan bagi sesama umat ciptaan-NYA
Hidup adalah kemurahan dan belas kasihan Sang Pengatur dan Penentu Waktu Kehidupan
manfaatkan dan hargai waktu hidup pemberian-NYA dengan melakukan berbagai perbuatan baik dan bermakna sebagai ibadah, sebagai ucapan syukur, dan sebagai wujud cinta kasih terhadap sesama umat ciptaan-NYA
Sang Pencipta Alam Semesta dengan segala Yang Ada tidak pernah melakukan kesalahan dan kekeliruan dalam menciptakan makhluk-NYA dan segala perlengkapannya, dan tak pernah membedakan makhluk ciptaan-NYA , bahkan sangat sempurna adanya......dan DIA Yang Mahadahsyat itu mengasihi dan menyayangi semua yang diciptakan-NYA
Akankah sesama manusia makhluk ciptaan-NYA mengadili dan memvonis makhluk sesamanya lebih rendah dan lebih hina dari pada sesama manusia yang lainnya hanya karena berbeda jati diri sebagai manusia yang memiliki hak hidup merdeka
Akankan sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Sang Maha Pencipta akan menjadi "tuhan" atas sesama manusia sebagai makhluk ciptaan-NYA?
Hidup adalah kasih karunia dan kemurahan dari Sang Mahadahsyat, Tuhan Allah Yang Mahaesa....dan senyampang masih diberi kemurahan berupa kesempatan untuk menikmati hidup....
marilah tanpa jemu-jemu untuk melakukan berbagai perbuatan baik bagi hidup dan kehidupan umat manusia, agar dunia menjadi damai dan sejahtera
14 Januari 2012
Selalu Di Hati, Buat Pecinta Sejati
Ada dua mataku yang tidak selalu dapat memandang dan melihatmu
Ada dua tanganku yang tidak selalu dapat membelai dan mendekapmu
Ada dua telingaku yang tidak selalu dapat mendengarkan merdu suaramu
Ada sebatang hidungku yang tidak selalu dapat mencium harum dan wangi tubuhmu
Ada dua bibirku yang tidak dapat selalu mengecup mesra kening, mata, dan dagumu
Ada dua kakiku yang tidak dapat selalu berjalan mengiring langkah anggunmu
Ada sosok tubuhku yang tidak dapat selalu hadir mendampingi keseharianmu
namun yakinilah.....
Ada pikiranku yang pasti selalu memikirkan suka dan dukamu
Ada batinku yang pasti selalu ingin luruh dalam tawa dan tangismu
Ada perasaanku yang selalu ingin larut dalam bahagia dan deritamu
Ada hatiku yang telah dan akan selalu mencintaimu,
Ada hati yang tidak akan pernah lelah menyayangimu,
Ada hati yang telah tertambat erat untuk mengasihimu
di sepanjang usia yang bakal dianugerahkan kepadaku.....
meski hanya sejenak bersua...
meski hanya sekejab bergurau senda...
meski hanya sesaat memadu hati dalam kerinduan cinta...
Ada rasa yang tak akan pernah terlupa
Ada makna yang tak akan pernah hilang
Ada kenangan yang tak akan pernah lekang
Yang telah mengikat hatiku dalam cinta kasih seumur hidupmu
Yang telah merekat kalbuku dalam kasih sayang sepanjang umurmu
Januari 2012
Ada dua tanganku yang tidak selalu dapat membelai dan mendekapmu
Ada dua telingaku yang tidak selalu dapat mendengarkan merdu suaramu
Ada sebatang hidungku yang tidak selalu dapat mencium harum dan wangi tubuhmu
Ada dua bibirku yang tidak dapat selalu mengecup mesra kening, mata, dan dagumu
Ada dua kakiku yang tidak dapat selalu berjalan mengiring langkah anggunmu
Ada sosok tubuhku yang tidak dapat selalu hadir mendampingi keseharianmu
namun yakinilah.....
Ada pikiranku yang pasti selalu memikirkan suka dan dukamu
Ada batinku yang pasti selalu ingin luruh dalam tawa dan tangismu
Ada perasaanku yang selalu ingin larut dalam bahagia dan deritamu
Ada hatiku yang telah dan akan selalu mencintaimu,
Ada hati yang tidak akan pernah lelah menyayangimu,
Ada hati yang telah tertambat erat untuk mengasihimu
di sepanjang usia yang bakal dianugerahkan kepadaku.....
meski hanya sejenak bersua...
meski hanya sekejab bergurau senda...
meski hanya sesaat memadu hati dalam kerinduan cinta...
Ada rasa yang tak akan pernah terlupa
Ada makna yang tak akan pernah hilang
Ada kenangan yang tak akan pernah lekang
Yang telah mengikat hatiku dalam cinta kasih seumur hidupmu
Yang telah merekat kalbuku dalam kasih sayang sepanjang umurmu
Januari 2012
Selamat Hari Ibu II
Ibuku....
ketika aku sedang bertumbuh sampai aku menjadi seperti diriku saat ini
tak dapat aku menduga seberapa besar pengorbananmu bagiku
tak dapat aku menakar seberapa berat beban derita yang telah kau tanggung untukku
tak dapat aku menyelami seberapa dalam kasih sayang yang telah kau curahkan untukku
tak dapat aku mengukur seberapa tinggi harapan dan doa-doa yang telah kau naikkan bagiku
tak dapat aku katakan lagi apa yang harus aku katakan....
untuk segalanya itu .... terima kasih Ibuku...
aku ada karena Ibu telah ada bagiku
Ibuku.....
kasihku kepadamu tak cukup panjang untuk menggapai kasihmu yang tanpa batas
sayangku kepadamu tak cukup besar untuk menggantikan besarnya sayangmu yang tak kenal usang
pengorbananku kepadamu tak pernah akan sebanding dengan besarnya pengorbananmu tanpa pamrih
ketulusan kasihmu kepadaku
kehangatan sayangmu kepadaku
kerelaan berkorbanmu bagiku
takkan pernah terukur dan tertergantikan oleh apapun yang aku mampu baktikan
untuk segalanya itu.....sembah sujudku di telapak kakimu Ibu......
aku dewasa karena Ibu telah lakukan segala bagiku....
Bakti dan hormatku di sepanjang masa bagimu... Ibuku
22 Desember 2011
Iims Putranto
ketika aku sedang bertumbuh sampai aku menjadi seperti diriku saat ini
tak dapat aku menduga seberapa besar pengorbananmu bagiku
tak dapat aku menakar seberapa berat beban derita yang telah kau tanggung untukku
tak dapat aku menyelami seberapa dalam kasih sayang yang telah kau curahkan untukku
tak dapat aku mengukur seberapa tinggi harapan dan doa-doa yang telah kau naikkan bagiku
tak dapat aku katakan lagi apa yang harus aku katakan....
untuk segalanya itu .... terima kasih Ibuku...
aku ada karena Ibu telah ada bagiku
Ibuku.....
kasihku kepadamu tak cukup panjang untuk menggapai kasihmu yang tanpa batas
sayangku kepadamu tak cukup besar untuk menggantikan besarnya sayangmu yang tak kenal usang
pengorbananku kepadamu tak pernah akan sebanding dengan besarnya pengorbananmu tanpa pamrih
ketulusan kasihmu kepadaku
kehangatan sayangmu kepadaku
kerelaan berkorbanmu bagiku
takkan pernah terukur dan tertergantikan oleh apapun yang aku mampu baktikan
untuk segalanya itu.....sembah sujudku di telapak kakimu Ibu......
aku dewasa karena Ibu telah lakukan segala bagiku....
Bakti dan hormatku di sepanjang masa bagimu... Ibuku
22 Desember 2011
Iims Putranto
Ulang Tahun Cantik Ayu Jelita
Hari ini, empatpuluhtujuh tahun yang silam…
hari keduapuluhsatu bulan gugurnya salju kehangatan dan kedamaian
hari indah dan penuh berkah bagi dua hati menyatu dalam cinta kasih abadi
hari hadirnya cantik nan ayu, buah hati penuh kasih dua hati berpadu dalam birunya langit cinta
hari lahirnya ayu jelita, buah hati penuh sayang dua cinta melebur dalam hangatnya jingga asmara
hari terdengarnya tangisan kehidupan penuh bahagia cantik ayu jelita dalam rengkuhan hangat ibu bapa
hari yang telah menjadikan setiap cinta tertawa dalam suka, menangis dalam bahagia….
hari yang membuat dunia menjadi lebih berwarna, dan masa menjadi lebih bermakna
hari yang terus berputar dalam garis edar rencana dan kuasa Sang Maha Pencipta
selamat mengenang kehangatan cinta kelahiranmu…
tetaplah genggam erat cinta dan kasih sayang ibu bapa yang telah mendekapmu penuh asa
teruslah pancarkan cinta dan kasih sayang ibu bapa yang telah menuntunmu penuh cita
teguhkanlah hati dan jiwa bersama langkah kaki kehidupanmu dalam dinamika penuh warna
selalulah lipat tangan penuh syukur bersama simpuh sujud kakimu dalam doa sepenuh hati tiada henti
selamat merayakan kehangatan kasih sayang kelahiranmu…
bersama dengan cinta, kasih, dan sayang sahabat dan kerabat
bersama dengan limpahan kurnia, rahmat, dan berkah Sang Maha Dahsyat
teruslah melangkahkan kaki dalam kehidupan penuh rahmat
tetaplah merentangkan tangan dalam pengharapan penuh berkah
‘tuk selalu bahagia dan sukacita dalam kasih sayang Sang Maha Pencipta
Selamat berulang tahun cantik ayu jelita
Akan selalu ada cinta tanpa henti
Akan selalu ada kasih sayang tanpa lekang
yang akan mengiringi setiap tapak langkah kaki kehidupanmu….
Surabaya, Desember 2011
Untuk sahabat Netlog yang Berulang Tahun
hari keduapuluhsatu bulan gugurnya salju kehangatan dan kedamaian
hari indah dan penuh berkah bagi dua hati menyatu dalam cinta kasih abadi
hari hadirnya cantik nan ayu, buah hati penuh kasih dua hati berpadu dalam birunya langit cinta
hari lahirnya ayu jelita, buah hati penuh sayang dua cinta melebur dalam hangatnya jingga asmara
hari terdengarnya tangisan kehidupan penuh bahagia cantik ayu jelita dalam rengkuhan hangat ibu bapa
hari yang telah menjadikan setiap cinta tertawa dalam suka, menangis dalam bahagia….
hari yang membuat dunia menjadi lebih berwarna, dan masa menjadi lebih bermakna
hari yang terus berputar dalam garis edar rencana dan kuasa Sang Maha Pencipta
selamat mengenang kehangatan cinta kelahiranmu…
tetaplah genggam erat cinta dan kasih sayang ibu bapa yang telah mendekapmu penuh asa
teruslah pancarkan cinta dan kasih sayang ibu bapa yang telah menuntunmu penuh cita
teguhkanlah hati dan jiwa bersama langkah kaki kehidupanmu dalam dinamika penuh warna
selalulah lipat tangan penuh syukur bersama simpuh sujud kakimu dalam doa sepenuh hati tiada henti
selamat merayakan kehangatan kasih sayang kelahiranmu…
bersama dengan cinta, kasih, dan sayang sahabat dan kerabat
bersama dengan limpahan kurnia, rahmat, dan berkah Sang Maha Dahsyat
teruslah melangkahkan kaki dalam kehidupan penuh rahmat
tetaplah merentangkan tangan dalam pengharapan penuh berkah
‘tuk selalu bahagia dan sukacita dalam kasih sayang Sang Maha Pencipta
Selamat berulang tahun cantik ayu jelita
Akan selalu ada cinta tanpa henti
Akan selalu ada kasih sayang tanpa lekang
yang akan mengiringi setiap tapak langkah kaki kehidupanmu….
Surabaya, Desember 2011
Untuk sahabat Netlog yang Berulang Tahun
Kerinduan Kalbu, Buat Yang Sedang Dirundung Rindu
Separoh waktuku telah melayang dimangsa kegelisahan rasaku
Separoh lagi hariku telah menghilang dilahap oleh kesesakan dadaku
Seluruh hariku telah memusna ditelan kerinduan cintaku yang membuncah
begitu menekan ulu hatiku
begitu meremas damai kalbuku
begitu mengaduk tenang jiwaku
begitu menggerus tenteram batinku
ketika gelora cinta beradu kuat dengan gelegak rindu
ketika sang waktu menghalang rintang dua asa bersua rasa
ketika ruang membelah pecah dua raga berdekap mesra
Kegelisahan mengurung luapan gejolak cintaku
Kesesakan menekan berat setiap tarikan nafas sayangku
Kegundahan menghimpit sakit gelegak rindu kasihku
Cinta, rindu, dan kelu beradu dalam desauan lagu memilu
Kerinduan karena cinta meraja di kalbu hidupku
mengikis habis hari-hari indah mimpiku
membekap rinduku kelu membisu
untuk abadi cintaku bagi jelita nan ayu
Sby, Desember 2011
Separoh lagi hariku telah menghilang dilahap oleh kesesakan dadaku
Seluruh hariku telah memusna ditelan kerinduan cintaku yang membuncah
begitu menekan ulu hatiku
begitu meremas damai kalbuku
begitu mengaduk tenang jiwaku
begitu menggerus tenteram batinku
ketika gelora cinta beradu kuat dengan gelegak rindu
ketika sang waktu menghalang rintang dua asa bersua rasa
ketika ruang membelah pecah dua raga berdekap mesra
Kegelisahan mengurung luapan gejolak cintaku
Kesesakan menekan berat setiap tarikan nafas sayangku
Kegundahan menghimpit sakit gelegak rindu kasihku
Cinta, rindu, dan kelu beradu dalam desauan lagu memilu
Kerinduan karena cinta meraja di kalbu hidupku
mengikis habis hari-hari indah mimpiku
membekap rinduku kelu membisu
untuk abadi cintaku bagi jelita nan ayu
Sby, Desember 2011
Hati-hati Membawa Diri
Ketika dua, tiga, atau lima hati saling berjauhan......
karna kebencian,
karna kecemburuan,
karna syak wasangka,
karna egoistis semata,
karna perbedaan wacana,
karna dendam membara,
karna arogansi diri,
karna berbagai argumentasi pementingan diri....
teriakan memberat terucap sarat amarah....
bentakan membahana sarat geram melanda
umpatan menghimpit sukma sarat cacian menggigit
seolah ada tembok pemisah hati
seolah ada jarak pemisah nurani
seolah ada jurang pemisah kalbu
seolah ada pisau pemotong jiwa
dan karnanya pula.....
damai pergi dari hati
madani lari dari nurani
tenteram kabur dari kalbu
sejahtera menghilang dari jiwa
inikah hakiki hidup yang disambut
inikah hakiki insani yang dicari
inikah hakiki manusiawi yang akan digapai....
kejujuran dan kemurnian nurani yang mampu memberikan arti....
Surabaya, 8 Desember 2011
karna kebencian,
karna kecemburuan,
karna syak wasangka,
karna egoistis semata,
karna perbedaan wacana,
karna dendam membara,
karna arogansi diri,
karna berbagai argumentasi pementingan diri....
teriakan memberat terucap sarat amarah....
bentakan membahana sarat geram melanda
umpatan menghimpit sukma sarat cacian menggigit
seolah ada tembok pemisah hati
seolah ada jarak pemisah nurani
seolah ada jurang pemisah kalbu
seolah ada pisau pemotong jiwa
dan karnanya pula.....
damai pergi dari hati
madani lari dari nurani
tenteram kabur dari kalbu
sejahtera menghilang dari jiwa
inikah hakiki hidup yang disambut
inikah hakiki insani yang dicari
inikah hakiki manusiawi yang akan digapai....
kejujuran dan kemurnian nurani yang mampu memberikan arti....
Surabaya, 8 Desember 2011
Sahabat
Hadirmu bak bintang di ruang kebiruan
jauuuuhhhhhhhhhh.......tetapi begitu lekat di ruang sejuk hatiku
cahyamu tidak menyilaukan mata pandangku,
malahan menyinarkan kehangatan dari jauh garis orbitmu
meski sesaat engkau menghilang dari jangkauan mataku
meski sejenak engkau tidak menampakkan kemilau sinar hangatmu di ruang hatiku
engkau tetap ada dan selalu ada tanpa mampu ku mengabaikanmu
meski tak mungkin aku merengkuhmu menjadi milikku
meski tak bisa aku mendekapmu menjadi yang sangat merindu
engkau telah mengiring lika-liku langkah perjalananku....
engkau telah menghias warna-warni suka-dukaku...
engkau telah mengisi rona-rona tawa-tangisku...
dan aku tak kan mampu melupakanmu...
Sub, 02 Des 2011
Terinspirasi tulisan sahabat cantikku
Thanks buat Rini
jauuuuhhhhhhhhhh.......tetapi begitu lekat di ruang sejuk hatiku
cahyamu tidak menyilaukan mata pandangku,
malahan menyinarkan kehangatan dari jauh garis orbitmu
meski sesaat engkau menghilang dari jangkauan mataku
meski sejenak engkau tidak menampakkan kemilau sinar hangatmu di ruang hatiku
engkau tetap ada dan selalu ada tanpa mampu ku mengabaikanmu
meski tak mungkin aku merengkuhmu menjadi milikku
meski tak bisa aku mendekapmu menjadi yang sangat merindu
engkau telah mengiring lika-liku langkah perjalananku....
engkau telah menghias warna-warni suka-dukaku...
engkau telah mengisi rona-rona tawa-tangisku...
dan aku tak kan mampu melupakanmu...
Sub, 02 Des 2011
Terinspirasi tulisan sahabat cantikku
Thanks buat Rini
Tanpa Kata
Hari itu begitu berat dan menekan seluruh energi hati
Kembali sepi itu menggelayut bak mendung hitam kelabu menyaput bumi
hati yang tetap akan menyimpan keindahan sampai akhir itu kehilangan sinar mentarinya
hari itu....dan entah sampai kapan.....musim mendung hitam kelabu itu akan berakhir
hari itu....dan entah sampai kapan.....sinar mentari itu akan mampu menyaput mendung hitam kelabu
keindahan tanpa bingkai kata-kata mesra
kedekatan tanpa sentuhan ungkapan rasa
kemesraan tanpa untaian ekspresi jiwa
serasa tidak memiliki segala, yang mulanya kaya akan makna rasa
bagi dia yang menjadikan segala sangat bermakna
bagi dia yang menjadikan semua sangat berharga
bagi dia yang menjadikan keindahan itu menjadi ada dan tetap terjaga
kubungkam semua kata mesra
kubekap seluruh ungkapan rasa
kukurung segala ekpresi jiwa
untuk ketenangan hatinya
untuk kebahagiaan hidupnya
untuk ketenteraman jiwanya
untuk seperti yang pernah ada dan berharga di hidupnya
biarlah mendung hitam kelabu itu menyaput keindahan yang tetap tersimpan di hati
meski sunyi dan sepi merajai hati seolah tanpa arti
meski siksa dan derita merajai sukma seolah tanpa makna
sampai musim mendung hitam kelabu berlalu bersama dengan berjalannya sang waktu
November 2011
Kembali sepi itu menggelayut bak mendung hitam kelabu menyaput bumi
hati yang tetap akan menyimpan keindahan sampai akhir itu kehilangan sinar mentarinya
hari itu....dan entah sampai kapan.....musim mendung hitam kelabu itu akan berakhir
hari itu....dan entah sampai kapan.....sinar mentari itu akan mampu menyaput mendung hitam kelabu
keindahan tanpa bingkai kata-kata mesra
kedekatan tanpa sentuhan ungkapan rasa
kemesraan tanpa untaian ekspresi jiwa
serasa tidak memiliki segala, yang mulanya kaya akan makna rasa
bagi dia yang menjadikan segala sangat bermakna
bagi dia yang menjadikan semua sangat berharga
bagi dia yang menjadikan keindahan itu menjadi ada dan tetap terjaga
kubungkam semua kata mesra
kubekap seluruh ungkapan rasa
kukurung segala ekpresi jiwa
untuk ketenangan hatinya
untuk kebahagiaan hidupnya
untuk ketenteraman jiwanya
untuk seperti yang pernah ada dan berharga di hidupnya
biarlah mendung hitam kelabu itu menyaput keindahan yang tetap tersimpan di hati
meski sunyi dan sepi merajai hati seolah tanpa arti
meski siksa dan derita merajai sukma seolah tanpa makna
sampai musim mendung hitam kelabu berlalu bersama dengan berjalannya sang waktu
November 2011
Air Danau Di Hatimu
Jikalau engkau ingin tetap tersenyum dalam tangis
Jikalau engkau ingin tetap tertawa dalam derita
Jadikan hatimu bagai danau berair jernih nan segar
agar tidak mudah tercemari asin-pahitnya tangis kehidupan
betapapun asinnya tangisan itu
betapapun pahitnya derita itu
karna................................
hatimu bukan sekadar gelas berisi air seteguk....
Berhentilah Menjadi Gelas
Seorang guru bijak mendatangi muridnya yang tampak murung. "Kenapa kau murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini?" sang guru bertanya. "Guru, hidupku penuh masalah. Sulit bagiku untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya", jawab sang murid.Sang guru tersenyum. "Nak, ambillah segelas air dan dua genggam garam, bawalah kemari." Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat, mengambil gelas dan garam yang diminta gurunya.
"Coba ambil segenggam garam dan masukkan ke gelas air itu", kata gurunya. "Sekarang kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya meringis karena minum air asin. "Bagaimana rasanya?" tanya sang guru. "Asin sekali dan perutku jadi mual", jawab si murid dengan meringis. Sang guru tersenyum melihat wajah muridnya yang meringis keasinan. "Sekarang kau ikut aku." Sang guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat pondokan mereka. "Ambil garam yang tersisa dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum juga hilang. "Sekarang, coba kau minum air danau itu", kata sang guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk mereka duduki, tepat di pinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawa ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di kerongkongannya, sang guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?" "Segar sekali", kata si murid sambil mengelap bibirnya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya. "Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?" "Tidak sama sekali", kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.
Sang guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas. "Nak", kata sang guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah diketahui oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlah tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah. Rasa 'asin' dari penderitaan yang kita alami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu sebesar danau." Si murid terdiam, mendengarkan.
Milikilah hati yang lapang, hati yang penuh dengan ucapan syukur dan yang sanggup menampung setiap perkara yang terjadi di dalam hidup kita!
Jikalau engkau ingin tetap tertawa dalam derita
Jadikan hatimu bagai danau berair jernih nan segar
agar tidak mudah tercemari asin-pahitnya tangis kehidupan
betapapun asinnya tangisan itu
betapapun pahitnya derita itu
karna................................
hatimu bukan sekadar gelas berisi air seteguk....
Berhentilah Menjadi Gelas
Seorang guru bijak mendatangi muridnya yang tampak murung. "Kenapa kau murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini?" sang guru bertanya. "Guru, hidupku penuh masalah. Sulit bagiku untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya", jawab sang murid.Sang guru tersenyum. "Nak, ambillah segelas air dan dua genggam garam, bawalah kemari." Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat, mengambil gelas dan garam yang diminta gurunya.
"Coba ambil segenggam garam dan masukkan ke gelas air itu", kata gurunya. "Sekarang kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya meringis karena minum air asin. "Bagaimana rasanya?" tanya sang guru. "Asin sekali dan perutku jadi mual", jawab si murid dengan meringis. Sang guru tersenyum melihat wajah muridnya yang meringis keasinan. "Sekarang kau ikut aku." Sang guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat pondokan mereka. "Ambil garam yang tersisa dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum juga hilang. "Sekarang, coba kau minum air danau itu", kata sang guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk mereka duduki, tepat di pinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawa ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di kerongkongannya, sang guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?" "Segar sekali", kata si murid sambil mengelap bibirnya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya. "Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?" "Tidak sama sekali", kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.
Sang guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas. "Nak", kata sang guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah diketahui oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlah tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah. Rasa 'asin' dari penderitaan yang kita alami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu sebesar danau." Si murid terdiam, mendengarkan.
Milikilah hati yang lapang, hati yang penuh dengan ucapan syukur dan yang sanggup menampung setiap perkara yang terjadi di dalam hidup kita!
- 1 Desember 2011
langkah kaki ini telah menuntun hati
bersama dengan lambaian tangan sang mahawaktu
seiring dengan deburan badai sang samodera raya kehidupan
sejalan dengan buaian lembut sang bayu kabahagiaan
ke tengah-tengah hiruk pikuk dinamika dan pesona dunia maya
di tengah langkah gontaiku menapaki setiap sudut waktu
kujumpai kau dalam paras ayumu membuai asa rinduku akan cinta
kutemani kau dalam kesunyian hatimu menumbuh empati diri
kuwarnai kau dengan canda ceria di sebuah perjalanan yang membeban jiwa
kuakrabi kau dengan berbagi rasa tentang rona-rona beribu
sampai pada satu persimpangan jalan...ada asa untuk beradu suka duka bersama
langkah kaki ini kian menjauh menuju batas kehidupan hakiki
banyak tawa berbaur tangis mengikis
banyak suka bercampur duka melanda
hambar......
serasa hilang gairah kalbuku tanpa sapaan sayangmu
sepi......
serasa tak bernyawa hatiku tanpa bisikan kata cintamu
hambar....
seolah aku sedang sendiri di belantara semesta jiwa
sepi.....
seolah aku sedang sendiri di mahasunyi semesta hati
semakin hati ini sadari arti
semakin nurani ini akui jatidiri
sapaan sayangmu
bisikan kata cintamu
dan.....
sungguh kharisma jati dirimu
pemberi arti hati nuraniku
pemberi nyawa tekad semangatku
pemberi hidup jati diriku
tanpa jati dirimu
serasa hambar dan sepi hidup hatiku
bersama dengan lambaian tangan sang mahawaktu
seiring dengan deburan badai sang samodera raya kehidupan
sejalan dengan buaian lembut sang bayu kabahagiaan
ke tengah-tengah hiruk pikuk dinamika dan pesona dunia maya
di tengah langkah gontaiku menapaki setiap sudut waktu
kujumpai kau dalam paras ayumu membuai asa rinduku akan cinta
kutemani kau dalam kesunyian hatimu menumbuh empati diri
kuwarnai kau dengan canda ceria di sebuah perjalanan yang membeban jiwa
kuakrabi kau dengan berbagi rasa tentang rona-rona beribu
sampai pada satu persimpangan jalan...ada asa untuk beradu suka duka bersama
langkah kaki ini kian menjauh menuju batas kehidupan hakiki
banyak tawa berbaur tangis mengikis
banyak suka bercampur duka melanda
hambar......
serasa hilang gairah kalbuku tanpa sapaan sayangmu
sepi......
serasa tak bernyawa hatiku tanpa bisikan kata cintamu
hambar....
seolah aku sedang sendiri di belantara semesta jiwa
sepi.....
seolah aku sedang sendiri di mahasunyi semesta hati
semakin hati ini sadari arti
semakin nurani ini akui jatidiri
sapaan sayangmu
bisikan kata cintamu
dan.....
sungguh kharisma jati dirimu
pemberi arti hati nuraniku
pemberi nyawa tekad semangatku
pemberi hidup jati diriku
tanpa jati dirimu
serasa hambar dan sepi hidup hatiku
Langganan:
Postingan (Atom)